
Sebanyak 18 mahasiswa dari Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE) serta Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) berhasil mencatatkan prestasi membanggakan dengan menembus program Djarum Next Academy (DNA). Program ini merupakan ajang pengembangan bakat yang dirancang PT Djarum guna menjaring dan membina calon pemimpin muda Indonesia.
Keberhasilan tersebut mencerminkan kolaborasi lintas disiplin ilmu di lingkungan UAJY. Dari Fakultas Teknologi Industri, tujuh mahasiswa Program Studi Informatika yang lolos adalah Louis Fernando Ega, Kalvin Lawinata, Eric Daniswara Octa Wijaya, Leo Malvin, Richard Angelico Pudjohartono, Kevin Philips Tanamas, dan Agus Febrianto. Selain itu, terdapat pula lima mahasiswa Program Studi Teknik Industri yang berhasil lolos yakni Nicholas Arron, Domingos Jose Siliwoloe Nicholas Pinto Soares, Natalie Richarta, Jocelyn Clarista Susanty, dan Alfin Prasetya. Sementara itu, dari Fakultas Bisnis dan Ekonomika, lima mahasiswa Program Studi Manajemen yang lolos adalah Gabriella Maharani Putri Nugroho, Christopher Kosasih, Nicholas Christian, Matthew Boanerges Harryson, dan Manuel Carlo Gilardino. Adapun satu mahasiswa Program Studi Akuntansi yang turut lolos ialah Yosafat William Sinar Wiharono. Untuk dapat bergabung dalam Djarum Next Academy, para mahasiswa harus melalui proses seleksi berlapis. Tahapan tersebut dimulai dari seleksi administrasi, psikotes untuk mengukur potensi kognitif dan kepribadian, wawancara bersama tim Human Resources Development (HRD), hingga sesi akhir bersama pihak user dari perusahaan guna menilai kesiapan teknis dan manajerial peserta.
Program magang intensif ini berlangsung selama enam bulan, terhitung sejak 1 Agustus 2025 hingga 29 Januari 2026. Melalui program tersebut, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk mengaplikasikan teori yang diperoleh di bangku kuliah dalam lingkungan kerja nyata. UAJY memandang keterlibatan mahasiswa dalam DNA sebagai upaya menyelaraskan kurikulum akademik dengan kebutuhan industri yang terus berkembang. Selama mengikuti program, peserta ditempatkan pada divisi-divisi strategis dengan pendampingan mentor profesional. Mereka juga mengikuti berbagai kegiatan pengembangan, seperti kunjungan perusahaan, pelatihan teknis sesuai proyek yang ditangani, serta penguatan keterampilan interpersonal, termasuk literasi keuangan dan manajemen diri. Peserta turut diberi kesempatan menggarap proyek nyata yang berdampak langsung bagi perusahaan.
Salah satu peserta dari Program Studi Informatika, Louis Fernando Ega, menyampaikan bahwa Djarum Next Academy memberikan pengalaman yang signifikan bagi mahasiswa yang ingin memulai karier. “Program ini sangat impactful bagi mahasiswa yang ingin mengawali kariernya, karena mulai dari akomodasi, komunitas, olahraga, training, hingga real project dari DNA ini sangat memperkuat fundamental serta mengeksplorasi kemampuan yang kita miliki,” ujarnya. Ia menambahkan, program tersebut sangat terbuka dan menjadi kesempatan emas bagi peserta untuk mencoba hal-hal baru sehingga membentuk karakter profesional yang tangguh dan siap memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan industri nasional di masa mendatang.
