Informasi & Kegiatan

Belajar dari Desa Wisata Nglanggeran, Mahasiswa Magister STP AMPTA Dalami Praktik Pengelolaan Pariwisata Berkelanjutan

Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) AMPTA Yogyakarta menerima kunjungan benchmarking dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri pada Rabu, 29 Juli 2026.

Atanasius Surya
Belajar dari Desa Wisata Nglanggeran, Mahasiswa Magister STP AMPTA Dalami Praktik Pengelolaan Pariwisata Berkelanjutan

Sebanyak 24 mahasiswa Program Magister Perencanaan dan Pengelolaan Pariwisata Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) AMPTA Yogyakarta Angkatan 2025 melaksanakan kunjungan industri ke Desa Wisata Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul, Yogyakarta pada Minggu (10/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran lapangan untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam memahami praktik pengelolaan destinasi pariwisata berbasis masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa didampingi oleh sejumlah dosen, yaitu Hermawan Prasetyanto, S.Sos, S.ST., M.M., Sahlit Sugesti, S.ST., M.M., Dr. I Putu Hardani Hesti Duari, S.St., M.MPar., dan Asmarani Februandari, S.T M.Sc, P.hD. Kehadiran dosen pendamping turut mendukung proses pembelajaran agar mahasiswa dapat menghubungkan berbagai konsep akademik yang diperoleh di perkuliahan dengan kondisi nyata di lapangan.

Desa Wisata Nglanggeran dipilih sebagai lokasi kunjungan karena menawarkan pengalaman pengelolaan destinasi yang dapat menjadi pembelajaran bagi mahasiswa, khususnya dalam memahami bagaimana potensi lokal dikembangkan menjadi daya tarik wisata sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat. Melalui kunjungan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh wawasan mengenai pengelolaan desa wisata, tetapi juga dapat mengamati secara langsung berbagai aspek dalam pengembangan destinasi, mulai dari pemanfaatan potensi lokal, keterlibatan masyarakat, hingga upaya menciptakan pengalaman wisata yang berkelanjutan.

Kegiatan kunjungan industri ini diharapkan mampu memperkaya perspektif mahasiswa Magister Perencanaan dan Pengelolaan Pariwisata STP AMPTA Yogyakarta dalam melihat berbagai tantangan dan peluang pengembangan destinasi wisata. Pengalaman lapangan tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk menghasilkan gagasan dan strategi pengelolaan pariwisata yang adaptif, inovatif, serta berorientasi pada keberlanjutan. Melalui pembelajaran yang memadukan teori dan praktik lapangan, STP AMPTA Yogyakarta terus mendorong mahasiswa untuk tidak hanya memahami pariwisata dari ruang kelas, tetapi juga belajar langsung dari destinasi dan masyarakat yang menggerakkan pariwisata di lapangan.

Daftar PMB